Postingan

Menampilkan postingan dengan label adab istighfar

Kata Mutiara Tentang Istighfar: Pentingnya Bersikap Kesatria

Gambar
 Dalam bagian kata mutiara tentang istighfar ini, kita akan membedah pentingnya manusia bersikap kesatria ketika berbuat salah. Selain menyadari bahwa kesalahan adalah milik semua orang, kita juga harus memiliki rasa malu kepada Allah atas kesalahan tersebut. Yang tak boleh dilupakan, setelah menjalani dua hal ini, kita mesti bersikap kesatria. Mengakui kesalahan. Ini adalah hal terpenting sebelum seseorang melakukan istighfar. Karena, dengan mengakui kesalahan, seseorang sejatinya menyadari apa yang diperbuatnya. Seringkali kita mengucapkan istighfar, memohon ampun. Benarkah kita tengah memohon ampun? Ataukah hanya melakukan ritual seperti kebanyakan orang? Benarkah kita sudah menyadari kesalahan yang diperbuat? Ataukah hanya sekadar meminta maaf sebagai basa-basi? Sejauh apa seseorang menyadari kekeliruan, bisa dilihat dari tanggungjawabnya atas kesalahan tersebut. Konsekuen. Jika seorang murid tidak mengerjakan PR, ia harus menerima hukuman berdiri di depan kelas. Seorang kary...

Kata Mutiara Tentang Istighftar: Di Manakah Rasa Malu Manusia Tinggal?

Gambar
Dalam bagian kata mutiara tentang istighfar ini, kita akan membedah bahasan tentang di manakah rasa malu manusia itu tinggal kala ia berbuat salah. Seseorang yang bersalah, pasti merasa malu. Dalam hati terdalam, entah sebejat apa pun orang tersebut, pasti ia akan bisa membedakan mana yang baik dan buruk; mana yang benar dan mana yang keliru. Apalagi jika orang ini, seperti kita, masih terus berusaha berbenah dalam mematuhi perintah Allah. Maka, ketika ada perbuatan yang salah, ada perasaan risih, malu, takut. Masalahnya, rasa malu seperti apa yang kita miliki? Apakah rasa malu tersebut tumbuh karena ada faktor orang lain? Ataukah malu ini benar-benar lahir karena gagal memberikan yang terbaik kepada Allah? Dikisahkan, suatu hari Nasruddin Hoja tengah salat. Tak seperti biasanya, satu kaki Nasruddin diangkat sedemikian rupa. Karuan saja jamaah di sekeliling 'orang aneh' ini bertanya-tanya. Mustahil Nasruddin tak tahu etika. Bukankah ini bukan pertama kalinya ia salat? Apalagi s...

Kata Mutiara Tentang Istighfar: Mengapa Harus Beristighfar?

Gambar
Dalam kata mutiara tentang istighfar ini, kita akan membedah alasan mengapa umat manusia harus beristighfar. Kala terlahir ke dunia, kita bagaikan kertas putih yang tak mengetahui apa yang terjadi di masa depan. Apakah pena yang menulis takdir kita, akan demikian lancar, sehingga tiada goresan cela di kertas ini? Ataukah, kadang kala pena tersebut terlalu berlebihan dalam menulis kata demi kata? Hingga, tiada cara lain kecuali menghapusnya. Jika hal pertama yang terjadi, alangkah beruntungnya hidup ini. Segalanya sesuai keinginan dan tiada duka cita. Namun, pada satu sisi, bukankah keadaan serba lurus, tak mungkin terjadi di dunia? Manusia memang makhluk paling sempurna. Dalam kesempurnaannya itu, ia tetap merupakan sosok cacat. Karena, tiada yang sempurna kecuali Tuhan, pemilik ruh kita. Maka, mustahil pula berharap, hidup mengalir lancar dari hulu ke hilir. Tiada hambatan. Tiada saat berhenti. Tiada saat berantakan. Dan tiada saat terluka. Sekali lagi, kita bisa memahami, hidup inda...

Jenis-Jenis Istighfar: Adab Beristighfar dalam Kisah Nabi Yakub dan Nabi Yusuf

Gambar
  Dalam bagian jenis-jenis istighfar kali ini, kita akan membahas adab beristighfar yang bisa dilihat dari kisah Nabi Yakub dan Nabi Yusuf.  Dalam kisah Nabi Yusuf dan Nabi Yakub, tidak ada istighfar yang eksplisit. Akan tetapi, dari doa Nabi Yakub dalam Q.S. 12:98, kita mengetahui bahwa tidak sembarang waktu kita bisa beristighfar. Bunyi Q.S. 12:98 adalah sebagai berikut. Astaghfiru lakum Robbi, Innahu Huwal-Ghofurur-Rohim -- :  Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Nabi Yakub tidak langsung beristighfar saat dimintai anak-anaknya. Pertama, Nabi Yakub masih dalam keadaan yang penuh dengan gejolak. Nabi Yakub masih merasa marah dengan anak-anaknya yang selama ini tidak jujur kepadanya tentang masalah Yusuf. Di satu sisi, Nabi Yakub juga berada dalam keadaan yang suka cita berlebihan setelah berakhirnya penantian panjang tentang keberadaan Yusuf. Sejak awal, Nabi Yakub sudah curiga dengan anak-anak...