Postingan

Menampilkan postingan dengan label bab istighfar

Sifat-Sifat Yang Dihapus Dengan Istighfar: Bagian 4 Mudah Berpikir Untung Rugi

Gambar
 Dalam bagian sifat-sifat yang dihapus dengan istighfar ini, kita akan membahas sifat keempat, yaitu mudah berpikir untung rugi. Salah satu kelemahan paling mendasar bagi kita adalah, senantiasa berpikir untung-rugi terhadap sesuatu. Jika ada sesuatu yang sekilas menguntungkan, kita akan buru-buru berusaha mendapatkannya. Dan jika diminta mengerjakan sesuatu yang merugikan, kita tak mau mengerjakannya. Disadari atau tidak, hal ini kadang mengganggu kehidupan beragama kita. Bayangkanlah seandainya tidak ada imbalan surga dan neraka. Masihkah kita akan beribadah tekun; dan menghindari perbuatan tercela? Selama ini, kita salat lima waktu, berpuasa Senin-Kamis, atau ibadah lain karena percaya Allah akan membalas perbuatan tersebut. Bayangkan jika ternyata Allah tak mau membalas perbuatan ini dalam rentang waktu yang sangat lama. Masihkah berniat mengerjakan hal yang seakan-akan merugikan tersebut? Sudahkah hati ini terlatih, seandainya kelak, meskipun ibadah kita ada sekian banyak, ki...

Sifat-Sifat Yang Dihapus Dengan Istighfar: Bagian 3 Mudah Euforia

Gambar
Dalam bagian sifat-sifat yang dihapus dengan istighfar ini, kita akan membahas sifat ketiga, yaitu mudah bereuforia. Berhati-hatilah orang yang sedikit-sedikit bahagia. Mungkin kebanyakan dari kita menganggap bahwa ini bentuk syukur. Bisa jadi tidak demikian. Sudah sewajarnya, seseorang yang ingin mendekati Allah, senantiasa wasapada pada setiap langkahnya. Perjalanan menuju Allah diibaratkan kita tengah melintasi jalanan di malam gelap tanpa cahaya sedikit pun. Andai tak waspada, mungkin saja pada langkah berikutnya kita terjerumus ke dalam lubang dalam. Andai terlalu riang menghadapi jalan yang seakan lapang, bisa saja kelak tiba-tiba saja kita terguling jatuh oleh batu besar yang tak terlihat. Seorang lelaki bernama Hikam, menyesal bahwa selama ini ia jauh dari Allah. Ajaran agama, dikerjakannya asal-asalan. Dipilihnya teman-teman yang memiliki perangai buruk. Kematian sang ayah membuat hidupnya berubah. Ia merasa ada yang hilang; dan pertaubatan adalah jalan yang paling tepat. Ber...

Sifat-Sifat Yang Dihapus Dengan Istighfar: Bagian 2 Putus Asa

Gambar
Dalam bagian sifat-sifat yang dihapus dengan istighfar ini, kita akan membahas sifat kedua, yaitu putus asa. Apa yang terjadi jika seseorang yang pernah melakukan kesalahan, memiliki sifat mudah putus asa? Ia bisa jadi akan terjebak dalam lingkaran setan. Pertama-tama, ia memang mengucapkan istighfar. Namun, ucapan ini hanya ada dalam bibir. Orang yang mentalnya lemah, ketika melakukan blunder sedikit saja, akan merasa kecil hati. Padahal, kesalahannya mungkin pernah dilakukan orang lain. Padahal, bisa jadi ada yang lebih parah daripada dirinya. Tapi, karena hatinya tidak dibentuk untuk menampung segala keadaan, ia cenderung akan merasa hidupnya hancur. Ia seperti diam di tempat, tak bisa bergerak dari masa lalu. Ingatlah, seseorang tidak akan berada dalam sebuah keadaan selamanya. Ketika kita putus hubungan dengan kekasih, kita mesti berkata tiba saatnya move on. Tak mungkin kita akan mengenang masa lalu dengannya seumur hidup, sementara ia telah membina hubungan dengan orang lain. Ke...

Sifat-Sifat Yang Dihapus Dengan Istighfar: Bagian 1 Marah

Gambar
Dalam bagian sifat-sifat yang dihapus dengan istighfar ini, kita akan membahas satu sifat terlebih dahulu, yaitu mudah marah. Sebelumnya, dalam bagian kata mtiara tentang istighfar, kita sudah melihat bahwa seseorang sejatinya 'wajar' melakukan kesalahan. Ia bukan aib yang mesti disembunyikan. Sebaliknya, kala kesalahan terjadi, yang dibutuhkan adalah ucapan istighfar dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Istighfar ini seharusnya dilakukan setelah seseorang memahami bahwa (1) kesalahan memang manusiawi, (2) lebih mulia untuk malu karena berbuat salah, daripada malu karena ketahuan salah, serta (3) bersikap kesatria ketika kesalahan tersebut terjadi, bukan malah melarikan diri. Masalahnya, kesalahan seperti apa yang harus digerus dengan istighfar? Apakah hanya seseorang yang memiliki masa lalu yang demikian kelam, yang harus beristighfar? Apakah seseorang dengan dosa menggunung --yang seakan-akan tak tertebus--- menjadi satu-satunya pihak yang mesti meminta ampunan dari Alla...