Postingan

Menampilkan postingan dengan label wahdatul wujud

Kisah Pencerah Hati: Tiga Laron Yang Membakar Diri

Gambar
 Pada suatu malam, sekelompok laron berkumpul bersama. Mereka bertukar kisah tentang kerinduan yang menyiksa hati; keinginan mereka untuk bergabung dengan cahaya lilin . Bagi para laron yang tergerak oleh cahaya, persuaan pertama mereka dengan lilin yang dianggap sebagai Cahaya Abadi; tidak dapat mereka lupakan. Mereka tidak berhenti menceritakan lilin itu dari pandangan masing-masing hingga akhirnya mereka mengeluarkan kesepakatan bahwa mereka harus menemukan  seekor laron yang dapat menceritakan lilin yang sangat mereka dambakan itu. Artinya, harus ada seekor laron yang terbang mendekati lilin dan mengisahkan detail penting selama ia berada di dekat lilin tersebut. Seekor laron berangkat mengemban misi pertama. Ia melihat seberkas cahaya lilin di sebuah puri yang bisa dilihat para laron tersebut dari kejauhan. Ketika laron pertama kembali, ia mengisahkan keindahan lilin ketika dijumpainya. Laron terbijak di antara mereka, sang pemimpin laron, berkata, “laron pertama tidak me...

Kisah Inspiratif Para Sufi: Al Hallaj dan Politisisasi Agama

Gambar
  Dalam kisah inspiratif para sufi kali ini kita akan membahas tokoh Husain bin Mansur atau lebih dikenal dengan nama Al-Hallaj adalah sosok kontroversial. Banyak yang menyatakan bahwa ucapannya, “Ana Al-Haqq” (Akulah Tuhan) sangat keblinger dan ucapan itulah yang menyebabkan Al-Hallaj dihukum gantung dengan keji. Al-Hallaj dikenal sebagai penganut panteisme (paham yang percaya bahwa makhluk dan Tuhan adalah satu kesatuan) atau dalam kosakata Islam dianggap sebagai wahdatul wujud; yang oleh beberapa kalangan fanatik sempit artinya Tuhan adalah ciptaan dan ciptaan adalah Tuhan. Padahal, dalam semua buku yang ditulisnya, Al-Hallaj tidak pernah menuliskan kata “wahdatul wujud”. Tuduhan kesesatan Al-Hallaj ditambah lagi dengan ucapannya tentang haji, “siapa saja yang hadir bersama Tuhan di rumahnya sendiri sebenarnya berada dalam posisi yang seolah-olah hadir bersama Tuhan di Mekkah”. Ucapan ini, bagi orang yang terbiasa membenci orang lain, hanya bisa dimaknai bahwa Al-Hallaj menyamak...