Postingan

Menampilkan postingan dengan label al hallaj

Kisah Inspiratif Para Sufi: Junayd Al-Baghdadi, Akal Yang Menjelma Manusia

Gambar
Dalam kisah inspiratif para sufi kali ini kita akan membahas tokoh Junayd Al-Baghdadi yang dianggap sebagai sufi tercerdas yang pernah ada. Junayd adalah guru utama bagi sekian generasi sufi berikutnya. Junayd Al-Baghdadi ditanya, “apakah yang disebut dengan bala’ (cobaan)?” Junayd menjawab, “bala’ adalah kelalaian atas Sang Pemberi Cobaan, bukan cobaan seperti yang kita kenal pada umumnya. Jika cobaan akan menyebabkan kita untuk mengingat Sang Pemberi Cobaan, cobaan tersebut adalah hadiah.” Junayd Al-Baghdadi dianggap sebagai sufi tercerdas yang pernah ada. Bahkan, Syaikh Abu Jafar al-Haddad menyebutkan, jika “Akal” menampakkan diri pada sosok manusia, Junayd-lah orang yang paling tepat merepresentasikan “akal”. Junayd yang lahir dan besar di Baghdad begitu mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan. Bahkan, sampai ada istilah, orang yang duduk setengah hari saja bersama Junayd (berguru kepadanya dalam waktu sesingkat tersebut) pasti telah dibekali tata krama sangat mulia. Banyak kata...

Kisah Inspiratif Para Sufi: Al Hallaj dan Politisisasi Agama

Gambar
  Dalam kisah inspiratif para sufi kali ini kita akan membahas tokoh Husain bin Mansur atau lebih dikenal dengan nama Al-Hallaj adalah sosok kontroversial. Banyak yang menyatakan bahwa ucapannya, “Ana Al-Haqq” (Akulah Tuhan) sangat keblinger dan ucapan itulah yang menyebabkan Al-Hallaj dihukum gantung dengan keji. Al-Hallaj dikenal sebagai penganut panteisme (paham yang percaya bahwa makhluk dan Tuhan adalah satu kesatuan) atau dalam kosakata Islam dianggap sebagai wahdatul wujud; yang oleh beberapa kalangan fanatik sempit artinya Tuhan adalah ciptaan dan ciptaan adalah Tuhan. Padahal, dalam semua buku yang ditulisnya, Al-Hallaj tidak pernah menuliskan kata “wahdatul wujud”. Tuduhan kesesatan Al-Hallaj ditambah lagi dengan ucapannya tentang haji, “siapa saja yang hadir bersama Tuhan di rumahnya sendiri sebenarnya berada dalam posisi yang seolah-olah hadir bersama Tuhan di Mekkah”. Ucapan ini, bagi orang yang terbiasa membenci orang lain, hanya bisa dimaknai bahwa Al-Hallaj menyamak...