Postingan

Menampilkan postingan dengan label kisah sufi

Kisah Hikmah Pencerah Hati: Lelaki Beriman dan Pintu Surga

Gambar
Pada zaman dahulu ada seorang lelaki yang baik hati. Ia menjalani hidup dengan melakukan segala hal yang memungkinkan orang masuk sorga. Ia memberikan sedekah kepad si miskin, mencintai sesama, bahkan memberikan sepenuh jiwa dan raganya kepada kemanusiaan. Ia juga orang yang sangat peduli pada kesabaran. Ia terlatih untuk mengatasi kesulitan-kesulitan besar yang datang silih berganti. Sebagaimana orang lain pada masanya, ia sering mengadakan perjalanan jauh untuk memperoleh pengetahuan. Sepanjang perjalanan inilah namanya semakin harum saja. Ia sangat rendah hati dan ramah sehingga siapa pun yang bersua dengannya pasti ingin meniru lelaki mulia ini. Wajar jika kemudian ia dipuji-puji sebagai orang bijaksana. Pujian ini terdengar dari Timur ke Barat, Utara ke Selatan. Segala kebaikan memang dilakukan lelaki mulia ini, dengan catatan selama ia ingat melakukannya. Lelaki mulia ini memiliki satu kekurangan saja, yaitu kurang perhatian (lemahnya konsentrasi). Hal ini memang tidak berat; han...

Kisah Hikmah Pencerah Hati: Penipu dan Si Cerdas Yang Tersesat

Gambar
Pada suatu hari, seseorang yang cerdas, ahli pengetahuan, datang ke sebuah desa. Sebagai praktik atas ilmu yang didapatkannya selama ini, Si Cerdas ingin membandingkan pandangan yang berseberangan yang mungkin ada dalam desa itu. Maka, Si Cerdas mendatangi sebuah warung dan bertanya tentang siapakah yang paling jujur dan siapa pula yang paling gemar berbohong di desa itu. Orang-orang di warung itu sepakat bahwa orang yang bernama Kazzab adalah pembohong terbesar; sementara itu Rastgu adalah yang paling jujur. Si Cerdas mendatangi kedua orang tersebut bergantian, mengajukan pertanyaan  sama kepada keduanya, “jalan manakah yang terbaik menuju ke desa tetangga?” Rastgu yang jujur berkata, “Jalan gunung.” Kazzab Si Pembohong juga berkata, “Jalan gunung.” Tentu saja jawaban itu membingungkan Si Cerdas tersebut. Seharusnya, ada perbedaan besar dari orang jujur dan pembohong. Maka, untuk memilih saran yang lebih tepat, Si Cerdas  bertanya kepada oranng lain, penduduk desa biasa. Ada ...

Kisah Hikmah Pencerah Hati: Anjing dan Sufi Beriman

Gambar
 Pada suatu hari seseorang yang berpakaian sufi berjalan-jalan melintasi kota. Tiba-tiba ia melihat seekor anjing di jalan. Anjing tersebut bukannya menjauh, malah mendekat dan hampir menjilati pakaian sang sufi. Demi melihat hal najis akan mengotori pakaiannya, sang sufi segera mengeluarkan tongkat dan memukuli sang anjing hingga sang anjing menjauh. Sambil mendengking dan melolong kesakitan, anjing tadi berlari ke arah Abu Said al-Kharraz, sang guru tertinggi di kota tersebut. Anjing tersebut menjatuhkan diri di dekat kaki Abu Said sambil memohon keadilan karena dipukuli dengan membabi buta oleh sang sufi. Abu Said segera mempertemukan anjing dan sang sufi. Lalu, Abu Said berkata kepada sang sufi, “Saudara sufi yang baik, mengapa kau memperlakukan binatang ini dengan cara kasar? Lihatlah akibat perbuatanmu yang seenaknya tadi. Si anjing terluka hebat.” Sang sufi menjawab, “Wahai Abu Said guruku tercinta. Pukulanku dengan tongkat tadi sama sekali bukan salahku. Malah, itu salahnya...

Kisah Hikmah Pencerah Hati: Gajah dan Orang Buta

Gambar
Di seberang Ghor terdapat sebuah kota yang seluruh penduduknya buta. Suatu hari, Seorang raja dengan pengikutnya kebetulan melintasi kota tersebut. Sebagaimana kebiasaan pada masa lalu, sang raja membawa tentara. Karena lelah dalam perjalanan, maka raja memerintahkan tentara memasang tenda di gurun  dekat kota berpenduduk orang buta tersebut. Sang raja memiliki seekor gajah perkasa yang dipergunakannya untuk berperang dan selalu menyebabkan kemenangan tentaranya. Kisah gajah ini sudah menggaung ke seluruh penjuru dunia dan selalu menimbulkan ketakjuban rakyat. Lalu, kabar bahwa raja mendirikan tenda di dekat kota juga didengar oleh orang-orang buta di sana. Penduduk kota ingin sekali melihat gajah yang digembar-gemborkan sangat perkasa tersebut. Bebrapa orang buta tersebut berlari-lari ke arah sang gajah dipandu seorang tentara. Sayangnya, karena mereka sama sekali tidak mengetahui bentuk gajah, para orang buta itu hanya meraba-raba sekenanya, sesuai kemampuan terbatas mereka, menc...

Kisah Hikmah Pencerah Hati: Orang Yang Berjalan di Atas Air

Gambar
Seorang darwis yang gemar berpegang teguh pada kaidah baku dalam ibadah, kebetulan ia berasal dari mazhab yang sangat kaku, suatu hari berjalan menyusuri tepi sungai. Sepanjang penyusurannya itu, ia begitu banyak merenungkan masalah hidup, terutama tentang moral dan etika yang mesti diterapkan seseorang yang ingin dianggap Islam. Baginya, selama seseorang belum pandai membaca Alquran, atau belum menghafal surat-surat dalam Alquran, mana mungkin ia mengenal Allah. Di tengah renungannya ini, ada sebuah teriakan keras. Seseorang sepertinya tengah mengulang-ulang sebuah ungkapan darwis yang terkenal, “YA HU! “ dengan cara yang salah. Si Darwis menggerutu dan berkata, “sia-sia saja orang tadi mengatakan kalimat rahasia tersebut. Ia sudah salah sejak awal karena ucapannya tidak benar. Seharusnya dia mengucapkan YA -HU, tapi dia malah mengucapkannya U-YA-HU.” Si Darwis yang cermat ini kemudian merasa bertanggung jawab. Sebagai darwis yang lebih teliti, ia mempunyai kewajiban untuk meluruskan ...

Kisah Pencerah Hati: Tiga Laron Yang Membakar Diri

Gambar
 Pada suatu malam, sekelompok laron berkumpul bersama. Mereka bertukar kisah tentang kerinduan yang menyiksa hati; keinginan mereka untuk bergabung dengan cahaya lilin . Bagi para laron yang tergerak oleh cahaya, persuaan pertama mereka dengan lilin yang dianggap sebagai Cahaya Abadi; tidak dapat mereka lupakan. Mereka tidak berhenti menceritakan lilin itu dari pandangan masing-masing hingga akhirnya mereka mengeluarkan kesepakatan bahwa mereka harus menemukan  seekor laron yang dapat menceritakan lilin yang sangat mereka dambakan itu. Artinya, harus ada seekor laron yang terbang mendekati lilin dan mengisahkan detail penting selama ia berada di dekat lilin tersebut. Seekor laron berangkat mengemban misi pertama. Ia melihat seberkas cahaya lilin di sebuah puri yang bisa dilihat para laron tersebut dari kejauhan. Ketika laron pertama kembali, ia mengisahkan keindahan lilin ketika dijumpainya. Laron terbijak di antara mereka, sang pemimpin laron, berkata, “laron pertama tidak me...

Kisah Pencerah Hati: Pria Qazwin Yang Ditato dalam Masnawi

Gambar
 Adalah kebiasaan orang-orang Qazwin untuk memiliki berbagai tato pada tubuh mereka. Suatu hari, seorang penakut dari suku tersebut pergi ke tukang tato; ia ingin ada tato seekor singa di punggungnya. Maka, tanpa perlu berlama-lama, Si Penakut sudah ditato. Tak lama kemudian, ketika Si Penakut merasakan tusukan jarum tukang tato, ia meraung kesakitan. Si Penakut berkata, “Apa bagian tubuh singa yang sekarang kaulukis?” Sang seniman tato menjawab, “Aku mengerjakan ekor”. Si Penakut merengek, “lupakan saja ekor singa. Kau ‘kan bisa membuat singa tanpa ekor? Lanjutkan dengan bagian tubuh yang lain”. Seniman tato mengikuti perintah pelanggannya. Si Penakut berteriak lagi; memintanya untuk mencoba bentuk tubuh lain di tempat lain. Awalnya kaki depan tidak jadi dilanjutkan, lantas kaki belakang, dan seterusnya. Kemanapun seniman tato mengarahkan jarumnya, Si Penakut keberatan dan terus saja berteriak. Akhirnya, sang seniman tato meletakkan semua jarum dan perkakas tato di lantai. Ia meno...

Kisah Pencerah Hati: Raja Yahudi, Wazir, dan Orang Nasrani

Gambar
Seorang raja Yahudi terbiasa untuk menganiaya orang-orang Nasrani; sang raja ingin memusnahkan iman mereka. Wazir membujuk sang raja untuk mencoba strategi baru: menjatuhkan nama sang wazir, mengusirnya dari istana, dengan tujuan agar sang wazir bisa berlindung pada orang-orang Nasrani. Ketika sang wazir sudah tinggal bersama mereka, sang wazir akan memancing perselisihan sesama Nasrani. Saran wazir itu diterima dan dilaksanakan sang raja bulat-bulat. Selanjutnya, sang wazir pura-pura melarikan diri dan bergantung pada orang-orang Nasrani. Sang wazir tidak menemui kesulitan untuk mengelabui mereka bahwa sang wazir diperlakukan raja dengan biadab karena beralih menganut Nasrani. Sang wazir dengan mudah diterima orang-orang Nasrani. Bahkan, sang Wazir dijadikan sebagai martir suci dan guru agama Nasrani. Hanya beberapa orang berfirasat tajam yang meramalkan pengkhianatan sang wazir. Secara umum, semua umat Nasrani tertipu olehnya. Orang-orang Nasrani dibagi menjadi dua belas sekte dan pa...

Kisah Inspiratif Para Sufi: Hamdun bin Qassar dan Kaum Malamati

Gambar
Dalam kisah inspiratif para sufi kali ini kita akan membahas tokoh Hamdun bin al-Qassar seorang pendiri Kaum Malamati (Jalan Kesalahan) yang terkenal dengan kata mutiara, "“Barangsiapa yang kaulihat menyimpan kebaikan, bahkan meski hanya sebesar sebiji sawi, jangan sekali-kali kau berpisah darinya sebab ia menghujanimu dengan barakahnya” Hamdun bin Ahmad bin Imarah al-Qassar adalah seorang pendiri Kaum Malamati (Jalan Kesalahan).  Kaum ini mengambil nama “malamati” yang berasal dari kata malama yang berarti ‘menyalahkan’. Maksudnya, kaum ini memiliki kecenderungan untuk terus-menerus menyalahkan diri sendiri. Dengan begitu, mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk mencari kesalahan orang lain seperti yang banyak dilakukan oleh manusia biasa. Jangankan berpikir tentang orang lain, kaum Malamati secara ekstrim kadang menganggap bahwa ibadah mereka, jika bagus, pasti karena Allah. Mereka menghilangkan kebanggaan akan ibadah tersebut. Jika ibadah tersebut kurang bagus atau cacat, m...

Kisah Inspiratif Para Sufi: Ibrahim bin Adham Dan Ibadah Yang Penuh Pura-Pura

Gambar
Dalam kisah inspiratif para sufi kali ini kita akan membahas tokoh Ibrahim bin Adham , seorang sufi yang rela meninggalkan posisinya sebagai pangeran, yang sebentar lagi menjadi raja, demi kehidupan akhirat, dan berkelana sebagai sufi, pembelajar Hidup Yang Sejati. “Bagiku, jeleklah perbuatan dari selain-Mu. Tapi, jika kau yang melakukan terhadapku, bahkan dengan perbuatan yang sama dengan perbuatan selain-Mu (tindakan menyakiti hati dengan ujian), maka hal itu baik” (Ibrahim bin Adham) Ibrahim bin Adham adalah seorang pangeran (raja muda) yang sebentar lagi akan menduduki jabatan tertinggi di wilayahnya sebagai raja. Sebuah seruan dari dalam hatinya ketika berburu, membuat Ibrahim bin Adham berpaling sepenuhnya dari keinginan duniawi. Bisikan yang didengar Ibrahim bin Adham adalah bentuk penegasian tindakannya berburu, “Hai Ibrahim, apakah hanya engkau diciptakan untuk berburu semacam itu? Apakah engkau diperintahkan Allah untuk berburu? Memangsa yang lemah?”  Ibrahim merenung s...

Kisah Inspiratif Para Sufi: Jalaluddin Rumi dan Masnawi, Quran Orang Persia

Gambar
Dalam kisah inspiratif para sufi kali ini kita akan membahas tokoh Jalaluddin dari Rum (ar-Rumi) y ang dikenal dunia dengan karya-karyanya seperti, Masnawi (terdiri dari enam jilid), Fihi ma Fihi, hingga Diwan-i-Syams-i-Tabriz.  Dalam karya tersebut, terutama Masnawi, Jalaluddin ar-Rumi sering mengekspresikan kecintaan kepada Allah melalui bahasa-bahasa metafora yang memudahkan siapa pun untuk memahami hikmah kebijaksanaan Ilahi. Tidak salah kalau kemudian Masnawi dianggap sebagai Alquran orang Persia, yang akan membuat pemahaman orang yang beriman lebih benderang dan membuat pemahaman orang yang sibuk membenci orang lain, tidak beriman, semakin gelap dan melihat Masnawi sebagai sebuah kesalahan . Salah satu kisah dalam Masnawi yang berkaitan dengan keimanan adalah kisah “Juru Tulis Nabi” (kisah ke-13 dalam Masnawi I). Dikisahkan, Nabi memiliki juru tulis untuk menuliskan setiap kalimat yang tercurah dari bibir Nabi. Awalnya semua berjalan seperti biasa, sang juru tulis hanya menu...

Kisah Inspiratif Para Sufi: Abu Said Al-Kharraz Antara Neraka dan Surga

Gambar
Dalam kisah inspiratif para sufi kali ini kita akan membahas tokoh Abu Said Al-Kharraz, yang disebut sebagai Sayyid al-Arifin. Beliau adalah salah satu mahaguru yang paling dihormati, dengan salah satu aucapan yang paling terkenal, “Kita tiada memiliki hasrat untuk surga; karena neraka kita seratus kali lebih megah daripada itu”. Abu Said Al-Kharraz yang bernama lengkap Abu Said Fadlullah bin Abi Al-Khayr Ahmad Mayhani dilahirkan di Mayhana (timur laut Iran) pada 7 Desember 967 M (Muharram 357 H). Abu Said diklaim sebagai Sayyid al-Arifin karena kecerdasan spiritualnya. Nama al-Kharraz yang artinya “Si Tukang Melubangi” didapatkannya karena suatu hari Abu Said melubangi sepatunya. Ketika orang-orang bertanya tentang apa yang diperbuatnya, Abu Said menjawab, “aku sibukkan diriku sebelum dia menyibukkanku”. Artinya, jangan sampai keinginan duniawi menyibukkan seseorang dalam upaya mengenal Allah. Abu Said sendiri terkenal dengan kwatrin-kwatrin yang menyentak hati pembacanya (pada masa i...

Kisah Inspiratif Para Sufi: Junayd Al-Baghdadi, Akal Yang Menjelma Manusia

Gambar
Dalam kisah inspiratif para sufi kali ini kita akan membahas tokoh Junayd Al-Baghdadi yang dianggap sebagai sufi tercerdas yang pernah ada. Junayd adalah guru utama bagi sekian generasi sufi berikutnya. Junayd Al-Baghdadi ditanya, “apakah yang disebut dengan bala’ (cobaan)?” Junayd menjawab, “bala’ adalah kelalaian atas Sang Pemberi Cobaan, bukan cobaan seperti yang kita kenal pada umumnya. Jika cobaan akan menyebabkan kita untuk mengingat Sang Pemberi Cobaan, cobaan tersebut adalah hadiah.” Junayd Al-Baghdadi dianggap sebagai sufi tercerdas yang pernah ada. Bahkan, Syaikh Abu Jafar al-Haddad menyebutkan, jika “Akal” menampakkan diri pada sosok manusia, Junayd-lah orang yang paling tepat merepresentasikan “akal”. Junayd yang lahir dan besar di Baghdad begitu mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan. Bahkan, sampai ada istilah, orang yang duduk setengah hari saja bersama Junayd (berguru kepadanya dalam waktu sesingkat tersebut) pasti telah dibekali tata krama sangat mulia. Banyak kata...

Kisah Inspiratif Para Sufi: Fariduddin Attar dan Musyawarah Para Burung

Gambar
Dalam kisah inspiratif para sufi kali ini kita akan membahas tokoh Fariduddin Attar dikenal dunia karena dua karya utamanya, Tazkirah Al-Aulia dan Mathiquth-Thair (Musyawarah Para Burung). Attar yang pekerjaan sehari-harinya adalah pembuat minyak wangi (menjadi salah satu pelopor ilmu alkimia), menjadi inspirasi bagi orang Islam dan orang-orang Barat melalui dongeng-dongengnya. Berkaitan dengan pematangan kehidupan seseorang untuk mencapai Allah, Attar dengan menggunakan metafora, melukiskan perjalanan pematangan tersebut dalam Mathiquth-Thair. Dalam syair ini, dikisahkan bahwa tiga puluh burung bersatu dengan dipimpin oleh merak (lambang seorang sufi) untuk mencari Simurgh, Raja Para Burung yang tinggal di Gunung Tertinggi (lambang Allah). Perjalanan burung-burung tersebut diibaratkan menempuh tujuh lembah yang melambangkan tujuh ujian yang akan dibebankan kepada hati manusia. Rujukan lembah-lembah ini adalah sabda Nabi, “Ada banyak lembah di hati manusia, masing-masing lembah memilik...

Kisah Inspiratif Para Sufi: Hakim Sanai dan Kesesatan Muazin

Gambar
Dalam kisah inspiratif para sufi kali ini kita akan membahas tokoh Hakim Sanai, seorang sufi kenamaan, lahir pada akhir abad 11 di Ghaznah. Dari tangannya, lahir kumpulan puisi menakjubkan seperti Kar-nama-i Balkhi, Sayr al-Ibad ila al-Maad, dan yang paling fenomenal, Hadiqatul Haqiqah (Taman Kebenaran). Kehebatan Sanai dalam pengetahuan ilahi dikomentari oleh Jalaluddin ar-Rumi. Sanai dianggapnya sebagai komponen penting, mata, dalam tubuh pengetahuan ilahi, dengan berkata “Jika (Fariduddin) Attar adalah ruhnya dan (Hakim) Sanai adalah mata kanan dan kirinya, maka kami (Ar-Rumi) adalah kiblat bagi keduanya.” Sanai sering menekankan pentingnya kebersihan hati demi memperoleh cahaya pengetahuan langsung dari Allah. Misalnya, ia menyindir perbedaan antara orang-orang arif (pemilik pengetahuan ilahi) dengan umat beragama biasa (termasuk para ulama), “ketika engkau telah mencapai samudera, kau tidak akan berbicara tentang arus sungai”. Samudera adalah lambang Allah. Seseorang yang telah ...