Sifat-Sifat Yang Dihapus Dengan Istighfar: Bagian 1 Marah
Dalam bagian sifat-sifat yang dihapus dengan istighfar ini, kita akan membahas satu sifat terlebih dahulu, yaitu mudah marah. Sebelumnya, dalam bagian kata mtiara tentang istighfar, kita sudah melihat bahwa seseorang sejatinya 'wajar' melakukan kesalahan. Ia bukan aib yang mesti disembunyikan. Sebaliknya, kala kesalahan terjadi, yang dibutuhkan adalah ucapan istighfar dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Istighfar ini seharusnya dilakukan setelah seseorang memahami bahwa (1) kesalahan memang manusiawi, (2) lebih mulia untuk malu karena berbuat salah, daripada malu karena ketahuan salah, serta (3) bersikap kesatria ketika kesalahan tersebut terjadi, bukan malah melarikan diri. Masalahnya, kesalahan seperti apa yang harus digerus dengan istighfar? Apakah hanya seseorang yang memiliki masa lalu yang demikian kelam, yang harus beristighfar? Apakah seseorang dengan dosa menggunung --yang seakan-akan tak tertebus--- menjadi satu-satunya pihak yang mesti meminta ampunan dari Alla...