Postingan

Kisah Inspiratif Para Sufi: Ibrahim bin Adham Dan Ibadah Yang Penuh Pura-Pura

Gambar
Dalam kisah inspiratif para sufi kali ini kita akan membahas tokoh Ibrahim bin Adham , seorang sufi yang rela meninggalkan posisinya sebagai pangeran, yang sebentar lagi menjadi raja, demi kehidupan akhirat, dan berkelana sebagai sufi, pembelajar Hidup Yang Sejati. “Bagiku, jeleklah perbuatan dari selain-Mu. Tapi, jika kau yang melakukan terhadapku, bahkan dengan perbuatan yang sama dengan perbuatan selain-Mu (tindakan menyakiti hati dengan ujian), maka hal itu baik” (Ibrahim bin Adham) Ibrahim bin Adham adalah seorang pangeran (raja muda) yang sebentar lagi akan menduduki jabatan tertinggi di wilayahnya sebagai raja. Sebuah seruan dari dalam hatinya ketika berburu, membuat Ibrahim bin Adham berpaling sepenuhnya dari keinginan duniawi. Bisikan yang didengar Ibrahim bin Adham adalah bentuk penegasian tindakannya berburu, “Hai Ibrahim, apakah hanya engkau diciptakan untuk berburu semacam itu? Apakah engkau diperintahkan Allah untuk berburu? Memangsa yang lemah?”  Ibrahim merenung s...

Kisah Inspiratif Para Sufi: Jalaluddin Rumi dan Masnawi, Quran Orang Persia

Gambar
Dalam kisah inspiratif para sufi kali ini kita akan membahas tokoh Jalaluddin dari Rum (ar-Rumi) y ang dikenal dunia dengan karya-karyanya seperti, Masnawi (terdiri dari enam jilid), Fihi ma Fihi, hingga Diwan-i-Syams-i-Tabriz.  Dalam karya tersebut, terutama Masnawi, Jalaluddin ar-Rumi sering mengekspresikan kecintaan kepada Allah melalui bahasa-bahasa metafora yang memudahkan siapa pun untuk memahami hikmah kebijaksanaan Ilahi. Tidak salah kalau kemudian Masnawi dianggap sebagai Alquran orang Persia, yang akan membuat pemahaman orang yang beriman lebih benderang dan membuat pemahaman orang yang sibuk membenci orang lain, tidak beriman, semakin gelap dan melihat Masnawi sebagai sebuah kesalahan . Salah satu kisah dalam Masnawi yang berkaitan dengan keimanan adalah kisah “Juru Tulis Nabi” (kisah ke-13 dalam Masnawi I). Dikisahkan, Nabi memiliki juru tulis untuk menuliskan setiap kalimat yang tercurah dari bibir Nabi. Awalnya semua berjalan seperti biasa, sang juru tulis hanya menu...

Kisah Inspiratif Para Sufi: Abu Said Al-Kharraz Antara Neraka dan Surga

Gambar
Dalam kisah inspiratif para sufi kali ini kita akan membahas tokoh Abu Said Al-Kharraz, yang disebut sebagai Sayyid al-Arifin. Beliau adalah salah satu mahaguru yang paling dihormati, dengan salah satu aucapan yang paling terkenal, “Kita tiada memiliki hasrat untuk surga; karena neraka kita seratus kali lebih megah daripada itu”. Abu Said Al-Kharraz yang bernama lengkap Abu Said Fadlullah bin Abi Al-Khayr Ahmad Mayhani dilahirkan di Mayhana (timur laut Iran) pada 7 Desember 967 M (Muharram 357 H). Abu Said diklaim sebagai Sayyid al-Arifin karena kecerdasan spiritualnya. Nama al-Kharraz yang artinya “Si Tukang Melubangi” didapatkannya karena suatu hari Abu Said melubangi sepatunya. Ketika orang-orang bertanya tentang apa yang diperbuatnya, Abu Said menjawab, “aku sibukkan diriku sebelum dia menyibukkanku”. Artinya, jangan sampai keinginan duniawi menyibukkan seseorang dalam upaya mengenal Allah. Abu Said sendiri terkenal dengan kwatrin-kwatrin yang menyentak hati pembacanya (pada masa i...

Kisah Inspiratif Para Sufi: Junayd Al-Baghdadi, Akal Yang Menjelma Manusia

Gambar
Dalam kisah inspiratif para sufi kali ini kita akan membahas tokoh Junayd Al-Baghdadi yang dianggap sebagai sufi tercerdas yang pernah ada. Junayd adalah guru utama bagi sekian generasi sufi berikutnya. Junayd Al-Baghdadi ditanya, “apakah yang disebut dengan bala’ (cobaan)?” Junayd menjawab, “bala’ adalah kelalaian atas Sang Pemberi Cobaan, bukan cobaan seperti yang kita kenal pada umumnya. Jika cobaan akan menyebabkan kita untuk mengingat Sang Pemberi Cobaan, cobaan tersebut adalah hadiah.” Junayd Al-Baghdadi dianggap sebagai sufi tercerdas yang pernah ada. Bahkan, Syaikh Abu Jafar al-Haddad menyebutkan, jika “Akal” menampakkan diri pada sosok manusia, Junayd-lah orang yang paling tepat merepresentasikan “akal”. Junayd yang lahir dan besar di Baghdad begitu mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan. Bahkan, sampai ada istilah, orang yang duduk setengah hari saja bersama Junayd (berguru kepadanya dalam waktu sesingkat tersebut) pasti telah dibekali tata krama sangat mulia. Banyak kata...

Kisah Inspiratif Para Sufi: Fariduddin Attar dan Musyawarah Para Burung

Gambar
Dalam kisah inspiratif para sufi kali ini kita akan membahas tokoh Fariduddin Attar dikenal dunia karena dua karya utamanya, Tazkirah Al-Aulia dan Mathiquth-Thair (Musyawarah Para Burung). Attar yang pekerjaan sehari-harinya adalah pembuat minyak wangi (menjadi salah satu pelopor ilmu alkimia), menjadi inspirasi bagi orang Islam dan orang-orang Barat melalui dongeng-dongengnya. Berkaitan dengan pematangan kehidupan seseorang untuk mencapai Allah, Attar dengan menggunakan metafora, melukiskan perjalanan pematangan tersebut dalam Mathiquth-Thair. Dalam syair ini, dikisahkan bahwa tiga puluh burung bersatu dengan dipimpin oleh merak (lambang seorang sufi) untuk mencari Simurgh, Raja Para Burung yang tinggal di Gunung Tertinggi (lambang Allah). Perjalanan burung-burung tersebut diibaratkan menempuh tujuh lembah yang melambangkan tujuh ujian yang akan dibebankan kepada hati manusia. Rujukan lembah-lembah ini adalah sabda Nabi, “Ada banyak lembah di hati manusia, masing-masing lembah memilik...

Kisah Inspiratif Para Sufi: Hakim Sanai dan Kesesatan Muazin

Gambar
Dalam kisah inspiratif para sufi kali ini kita akan membahas tokoh Hakim Sanai, seorang sufi kenamaan, lahir pada akhir abad 11 di Ghaznah. Dari tangannya, lahir kumpulan puisi menakjubkan seperti Kar-nama-i Balkhi, Sayr al-Ibad ila al-Maad, dan yang paling fenomenal, Hadiqatul Haqiqah (Taman Kebenaran). Kehebatan Sanai dalam pengetahuan ilahi dikomentari oleh Jalaluddin ar-Rumi. Sanai dianggapnya sebagai komponen penting, mata, dalam tubuh pengetahuan ilahi, dengan berkata “Jika (Fariduddin) Attar adalah ruhnya dan (Hakim) Sanai adalah mata kanan dan kirinya, maka kami (Ar-Rumi) adalah kiblat bagi keduanya.” Sanai sering menekankan pentingnya kebersihan hati demi memperoleh cahaya pengetahuan langsung dari Allah. Misalnya, ia menyindir perbedaan antara orang-orang arif (pemilik pengetahuan ilahi) dengan umat beragama biasa (termasuk para ulama), “ketika engkau telah mencapai samudera, kau tidak akan berbicara tentang arus sungai”. Samudera adalah lambang Allah. Seseorang yang telah ...

Kisah Inspiratif Para Sufi: Ayn Al Qudat dan Kekafiran Tersembunyi

Gambar
Dalam kisah inspiratif para sufi kali ini kita akan membahas tokoh ‘Ayn Al-Qudat yang lahir di Hamadan pada 1098 M adalah salah seorang martir Islam yang nasibnya sama dengan Al-Hallaj, dihukum pancung karena masalah perpolitikan. Atas perintah menteri Dinasti Seljuk, Abul Qasim Qiwamuddin Nasir bin Ali al-Dargazini, pada usia 33 tahun, ‘Ayn Al-Qudat dikelupas kulitnya hidup-hidup dan digantung di tiang gantungan di pintu gerbang sebuah sekolah tempat ia pernah mengajar. Tujuannya bukan masalah “kekafiran palsu” seperti yang didakwakan kepada Al-Hallaj. Tujuan penggantungan itu lebih merupakan dendam politik. Sama seperti Al-Hallaj, ‘Ayn Al-Qudat telah menerima penglihatan tentang kematiannya. Bahkan, jika Al-Hallaj “hanya” diberi pertanyaan oleh muridnya, kemudian menjawab dengan tepat tentang kematiannya, ‘Ayn Al-Qudat menerangkan dengan terperinci tentang kematiannya dalam buku yang sangat terkenal, Tamhidat. ‘Ayn Al-Qudat menulis, “esok hari ---atau setelah beberapa hari--- kalian...